Jumat, 28 November 2008

puisi untuk bangsaku










Hari ini aku lihat kembaliWajah-wajah halus yang kerasYang berbicara tentang kemerdekaaanDan demokrasiDan bercita-citaMenggulingkan tiran
Aku mengenali merekayang tanpa tentaramau berperang melawan diktatordan yang tanpa uangmau memberantas korupsi
Kawan-kawanKuberikan padamu cintakuDan maukah kau berjabat tanganSelalu dalam hidup ini?Sebuah puisi oleh Soe Hok Gie yang begitu dirindukan dari zaman beliau hingga yang hari ini saya rasakan. Mari singsingkan lengan baju membenahi negara ini kawan-kawanku…Apatisme kita hanya akan memperburuk kondisi negara…Tak ada yang perlu kita takutkan untuk berjuang di jalan kebenaran…Cinta kita untuk negara ini akan terbayar suatu saat nanti…
Waktu ini seakan tak berdayaDiam dan berjalan begitu sajaDiantara kemewahan pejabat negaraDiantara penderitaan rakyat jelataDan waktu diam saja
Apa asa ini sudah matiHingga tak ada lagi kepercayaanPada birokrat dan penguasaYang tak pernah menunduk…tercengang…Melihat api belenggu kemiskinan
Tidak…Aku masih adaBerpihak kepadamuKaum tertindas dan terpinggirkanAku berjanji…Hidup ini untuk untukmu saudaraku
Puisi pertama untuk rakyatku…Yang saat ini berjuang melawan keterpurukan…




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar